Thursday, 23 February 2012

Kuku Kaki Jempolnya Bau

Jempol kaki, sebuah topik yang tak bosan-bosannya kita explore sana sini, mulai bentuk yang aneh dan beda dari jari kaki yang lain, sampai yang masih terus nge-hits dari dulu sampai sekarang, yaitu bau khas dari jempol itu sendiri alias bau tak sedap. Nah ini yang lagi aku coba bahas, sebenernya apa sih penyebab munculnya bau yang muncul dari pojokan tepian kuku dan daging ini?
apa sih penyebab timbulnya bau yang dapat membinasakan hidung kamu dan teman-teman?

Mitos yang beredar sih dan yang paling ngehits adalah kaos kaki. Tapi mengapa harus kaos kaki yang jadi kambing hitam? emangnya kambing hitam pake kaos kaki? Jika memang penyebabnya adalah kaos kaki, berarti bau kaki itu berbanding lurus dengan kaos kaki. jika kaos kakinya bau maka kakinya juga bau. *yaeyalah*

Wednesday, 22 February 2012

Hidup Mahasiswa!!!

Hidup Mahasiswa!!!
Kepal tangan ke atas, siapkan toa. Kita serbu rektorat…
:sikut:

Sekelumit kata-kata diatas saya ambil dari internet, dan nampaknya memang kata itu sangat familiar di telingaku yang kata orang2 bernama mahasiswa. Yang jadi pertanyaan saia dari dulu, siapa yang pertama kali mencetuskan slogan itu, dan apa juga motivasinya, apa mahasiswa itu ga hidup sehingga harus ada kata-kata hidup diatas mahasiswa? Apa orang-orang menilai hidup itu harus jadi mahasiswa? Auah gelap.

Akhir2 ini, emang dari dulu sih, mahasiswa identik dengan demo, bukan demo masak, bukan pula demo promo peralatan rumah tangga, tapi demo yang kaya gituan, susah jelasinya, pokoknya demo yang cirri-cirinya ada di paragrap pertama diatas.

Mereka berdemo mengatasnamakan penindasan rakyat lah, ketimpangan sosial lah, kebijakan yang tak bijak lah, pokoknya yang ada kaitanya dengan kebijakan pemerintah. Mereka turun kejalan, membawa spanduk bertuliskan “dilarang buang sampah disini”,,,eh bukan ding. Tak hanya itu, mereka itu rame-rame dan pasti ada satu anak yang posisinya didepan membawa toa, dan berkoar-koar berbagai kata, sampai otot yang ada dilehernya keliatan, dialah kisanak yang berjuluk korlap (koordinator lapangan) atau koordinator aksi. Kalo aku sih ngliat hal itu kesannya kayak mau tawuran, soalnya mainnya kerokan, eh keroyokan, dan korlapnya sebagai leader dari kelompok itu, mungkin bagian verivikasi data kali yah.
NB. Cirri-ciri orang yang berposisi verifikasi data dalam tawuran: baris paling depan, dan kata-kata pertama yang muncul adalah “woi anak mana lo?” setelah itu dia catet. (Acho, akhir 2011).

Hah sampai alinea ini saia ga tau konsep yang akan saia tulis itu apa, ga jelas gitu deh, nulisnya hidup mahasiswa, nyabungnya ke verifikasi data. Yawis masalah demo mahasiswa, saya mendukung ente-ente semua TAPI dengan catatan, kalo boleh saia kasih saran, tulung jangan anarkis, jangan ngrusak fasilitas umum, jangan ngganggu orang-orang yang juga ingin menikmati fasilitas yang telah disediakan pemerintah, jalan rasa misalnya. Masih banyak cara lain kok tuk menyampaikan aspirasi tanpa anarkis, misal mendatangi instansi tertentu, trus ke bagian pengaduan masyarakat, gampang kalo ga direspon kerahkan pasukan tuk menyerbu ke situ (lho?! Jangan).

Saiia doakan semoga kedepan salah satu dari kita, mahasiswa, terutama yang doyan demo, ada yang duduk di DPR. Amiiin. Namun ketika sudah duduk di puncak klasemen sana, jangan sampai pada menutup mata, telinga, hidung, mulut, pusar, hati, dkk. terhadap aspirasi orang bawah, kalian harus ingat masa-masa dimana kalian turun jalan dan memperjuangkan rakyat. Jangan sampai dulu getol demo, setelah dah dapet kursi, diam aja. Bahkan dengan sedikit uang, kepentingan rakyat terabaikan.

Udahan lah, ntar dikira aku teori thok, prakteknya nol, sok nuturi, sok tau, dan sok2 yang lain.
saya Tomi selamat senja.

Tuesday, 14 February 2012

Korelasinya??

Selamat malam. Semoga hari senin yang bete ini menyenangkan bagi kamu-kamu semua.
Kanca batir, tadi siang aku belum makan nih, ga tau kenapa, mungkin karena tak ada motor. Hari-hari penuh kelaparan ini aku habiskan sambil nonton tivi (kedepan kita sebut nopi), perlu dicatat, tivinya nyala lho ya, jangan sampe ada persepsi aku cuma nonton sebuah kotak persegi warna item dengan layar item pula alias dalam posisi mati. Kerjaan sampingan sambil nopi adalah tiduran sambil ngupil, pakai jari telunjuk tangan kiri pastinya, bukan pake pergelangan kaki yak.

Sampai detik ini belum ada masalah, tapi semua berubah saat negara api menyerang. Hal yang paling nge-bete-in dalam ber-nopi ria akhirnya mucul, lagi seru-serunya nonton sebuah acara tiba-tiba iklan datang, egois banget kan? okelah aku ngalah, mau bagaimana lagi. Masih seperti dulu, iklan semua sama, aneh-aneh mulai dari yang ga logis, seperti ada orang berketombe, pake salah satu sampo terus langsung ilang, sampai yang bener-bener aneh dari segala hal, seperti Tori-Tori Cheese Cracker.

Ada salah satu iklan cukup baru yang lumayan membuat aku mengerutkan Bathuk cukup lama. Inilah yang akan aku coba bahas. Nama iklan itu adalah jeng-jeng (efek musik dramatisasi) PANADOL PATCH. Ada dua versi iklannya, yang Full Version dan Yang Udah Dipotong Beberapa Bagian Version. Beginilah iklan keduanya.

Full Version.
video

Yang Udah Dipotong Beberapa Bagian Version.
video

Apakah dari dua iklan diatas kamu-kamu menemukan ada yang aneh, ganjal, atau apalah gitu? aku harap jawabannya belum, soalnya kalau udah, ga jadi aku bahas deh, caciian dong akunya.Okelah kalau belum sini tak kasih tau, menurut aku ada yang aneh, banget malah. Oke emang yang Full mungkin ga cukup aneh kata-katanya, tapi yang versi kedua alias Yang Udah Dipotong Beberapa Bagian Version aku merasa kata-katane madan aneh. Cermati kata-kata si pria yang calonnya akan sakit pinggang, kurang lebih bunyinya begini:

"Waktu bersama anak begitu berharga namun tugas mengejar berita dengan beban kamera kadang membuat punggung saya nyeri, untung ada Panadol Patch dan bla bla bla..."

Adakah korelasi antara waktu bersama anaknya yang katanya begitu berharga dengan tugas dia manggul kamera yang kadang membuat punggungnya nyeri?? apa mungkin anaknya ada di bahu sebelahnya, sehingga kamera dan anaknya membuat punggungnya nyeri? atau kepala anaknya masuk dan terjebak di lensa kamera jadi kameranya sampai membuat pungungnya nyeri? atau Panadol Patch membuat waktu bersama anaknya begitu berharga?

Okelah mungkin jika aku tanya pembuat iklan si pemanggul riang gembira yang sakit pinggang ini langsung terjawab teka-teki yang sangat rumit, tapi sayangnya Nyong ora duwe wektu sih yah. akhirnya setelah aku keluar dari pertapaan, aku menemukan sebuah persamaan, bahwa:

Tingginya intelektual seseorang berbanding lurus dengan pemahaman terhadap sebuah iklan.

Yang kayak saia yang memiliki intelektual pas-pasan,-kadang pas kebeneran tinggi, kadang juga bahkan seringnya ada dibawah- ya susah banget yah. Okelah biar waktu akan menjawabnya.

Namun yang pasti teka-teki siapa orang yang menyebut dirinya sebagai "saya" atau "aku" pada tulisan diatas telah terpecahkan. Jawaban dari misteri itu adalah Tomi. Selamat malam. Semoga ga mimpi indah, kasian indahnya keliling ke mimpi orang-orang yang ngarepin di mimpiin dia. Jangan lupa cuci tangan, cuci kaki, dan cuci gigi sebelum tidur.

Saturday, 11 February 2012

Sekelumit Pembuatan Cerpen


Akibat Lupa Tidak Minta Izin

Siang itu terasa panas, Ozan pun mengikuti pelajaran jam terakhir dengan terkantuk kantuk, sesekali dia melirik jam dinding di tembok kelas bagian belakang.
“Ah setengah jam lagi,” batinnya.
Diapun mengambil crayon dari tasnya.
“Menggambar aja ah, dari pada ngantuk.”
Baru beberapa gores ia menggambar, tiba-tiba ada suara ketukan Spidol di mejanya. Orang dengan tubuh gempal, berkumis tebal, berpakain rapi, ada dihadapan meja Ozan.
“Apa yang kamu lakukan,Zan.” Kata Pak Arya dengan nada geram.
Pak Arya adalah salah satu guru yang mempunyai disiplin tinggi di sekolah.
“Emmm..anu Pak..” jawab Ozan terbata-bata.
“Anu anu kamu tidak memperhatikan pelajaran ya?”
“Em..mem..perhatikan Pak.”
“Kalau begitu, siapa proklamator kemerdekaan Indonesia?”
Ojan terdiam cukup lama, dia memang tidak tahu karena tidak memperhatikan.
“Itu menunjukan kamu tidak memperhatikan,” kata Pak Arya.
“Ini sejarah besar bangsa Indonesia Zan, proklamator kemerdekaan adalah Ir. Soekarno dan Moh. Hatta kamu harus tahu itu, Zan,”
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya.” Jelas Pak Arya panjang lebar.
“Iya Pak maaf, habisnya saya ngantuk sih Pak, jadi daripada saya tertidur lebih baik saya menggambar saja Pak, nanti kalo saya tertidur malah saya dimarahin bapak,” Ozan berkilah.
“Tapi bukan begini cara menghilangkan rasa kantukmu, Zan, Bapak malah tidak suka cara ini”. Jawab Pak Arya melembut.
“Lalu bagaimana pak?”
“Ke Mushala sana cuci muka, berwudhu yang benar.” Perintah Pak Arya.
“Baik pak.”
Ozan keluar kelas menuju Mushala dengan terburu buru
***
Bel pun berbunyi keras tanda pelajaran telah usai. Murid-murid kelas V berhamburan keluar kelas. Ozan pun ikut keluar kelas, dia pulang bersama Ari, teman sebangku sekaligus tetangganya. Rumah mereka berdekatan, selisih 3 rumah. Mereka pulang berjalan kaki karena letak sekolah cukup dekat dengan rumah mereka. Kondisi jalan masih becek akibat hujan yang turun cukup lebat semalam.
“Eh, Ri, tali sepatuku lepas nih, tunggu yah,”
“Iya, santai aja,”
Ozan lantas jongkok membetulkan tali sepatunya, sementara Ari berdiri sekitar 3 meter didepannya, sambil bersandar di tiang listrik. Terdengar suara sepeda motor, bersamaan dengan itu tiba-tiba “byurrrr”. Rupanya  Ozan tak menyadari ada motor melaju kencang. Motor itu melindas genangan air hujan tepat disamping kanan Ozan. Diapun langsung meneriaki si pengedara motor, tapi pengendara itu tetap melaju.
“Sudahlah, Zan, yang sabar,” hibur Ari.
Baju Ozan basah dan kotor, Ari juga sedikit kecipratan air genangan tadi.
“Aku heran, aku merasa hari ini itu aku sial melulu,” keluh Ozan.
“Tadi diomelin Pak Arya, sekarang kecipretan motor, huh,”
“Hush ga boleh begitu, Istighfar Zan, coba deh introspeksi, ada yang kelupaan ga dari kamu bangun subuh sampai mau brngkat?” Tanya Ari.
“Apa yah, perasaan ga ada deh, aku subuh jamaah kok, eh, tapi tunggu dulu,”
Sejenak Ozan memejamkan mata sambil meletakkan jari telunjuk di dahinya.
“Astaghfirullah, aku lupa ga minta izin berangkat sama Bapak Ibu dan ga cium tangan mereka,”
“ Hmmm pantes, itu mungkin penyebabnya, kata Pak Ustadz, cium tangan saat mau berangkat sekolah itu penting, karena doa restu dan ridho orang tua itu dapat melancarkan aktifitas kita,” terang Ari.
“ya ya ya aku tau, namanya juga lupa,” kata Ozan.

Tak terasa mereka sudah masuk gerbang perumahan tempat mereka tinggal. Ari telah sampai di depan rumahnya. Ozan pun mempercepat langkah kakinya, ia tak sabar ingin cepat sampai rumah. Ozan ingin minta maaf karena tidak minta izin sewaktu berangkat dan menceritakan kejadian hari ini pada kedua orangtuanya.