Tuesday, 29 January 2013

Melestarikan Batik melalui Kegiatan Akademik


Seperti yang kita ketahui bersama, Batik merupakan sebuah warisan tradisi Indonesia yang sudah diakui dunia. Pada tahun 2009 Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi. (AntaraNews, Jumat 2 Oktober 2009)
 
Dengan pengesahan ini diharapkan muncul motivasi berlebih bagi rakyat Indonesia dalam berbatik. Dewasa ini trend batik mulai beralih. Paradigma masyarakat bahwa  batik itu kuno, jadul hanya untuk orang tua, pakaian acara pernikahan dll sudah mulai bergeser. Batik untuk semua kalangan. Corak batik pun kini mulai beragam dan menyesuaikan dengan kondisi. Artinya sekarang batik bersifat fleksibel dan universal.

Fleksibel berarti batik bisa digunakan dalam segala event, tidak hanya acara pernikahan atau acara yang formal dan terkesan kaku. Batik bisa dipakai untuk kegiatan akademik dan bisnis. Batikpun bisa dipakai untuk segala usia. Universal mengandung arti mendunia, dalam konteks ini berarti batik sudah menjadi trademark dari Indonesia dimata dunia. Dunia pun mengakui eksistensi batik melalui UNESCO.

Terlepas dari pengakuan dunia atau tidak, sudah sewajarnya kita, bangsa Indonesia, mencintai batik. Mencintai disini bukan hanya berarti mengikuti trend dan menonjolkan ciri keIndonesiaan, tapi lebih kepada melestarikan warisan leluhur kita tempo dulu. Masterpiece hasil dari kreativitas seniman kita dimasa lampau ini patut kita apresiasi.

Banyak cara dalam mengimplementasikan rasa cinta dan bangga kita terhadap masterpiece ini. Salah satunya tentu dengan berbatik.
Saya melihat dalam hal ini pemerintah sudah ikut andil dalam pengimplementasian rasa cinta dan bangga terhadap batik. Sebagai pihak yang memiliki wewenang, banyak usaha dari pemerintah dalam menumbuhkan rasa bangga terhadap batik kepada warga Indonesia. Salah satu penerapannya melalui sekolah. Sekolah menerapkan kebijakan untuk memakai batik sekolah pada hari-hari tertentu. Sekolahpun diberi keleluasaan untuk mendesain seragam batik yang akan digunakan peserta didik dan para pendidiknya.
Saya melihat Melalui kebijakan ini, setidaknya sekolah memperoleh banyak manfaat, diantaranya:
1.     Membumikan batik
Secara tidak langsung pihak sekolah ikut berpartisipasi dalam penanaman rasa cinta terhadap batik kepada peserta didiknya.
2.       Sarana promosi
Batik yang memiliki banyak sekali jenis dan motif tentu memudahkan sekolah untuk memilih motif batik sebagai ciri sekolah. Motif batik tertentu yang dipilih sekolah bisa dijadikan sarana “penunjukan ciri khas” yang akan mudah diingat masyarakat.

pendidik memakai batik

Selain manfaat batik bagi sekolah, manfaat pun datang dari peserta didik yaitu menamakan rasa bangga. Ketika seorang peserta didik menggunakan batik sekolahnya, muncul rasa bangga terhadap sekolahnya. Seperti menunjukan kepada khalayak bahwa dirinya bersekolah di sekolah tertentu. Rasa bangga itupun kemudian berlanjut kepada rasa cinta terhadap batik itu sendiri. Inilah peran kalangan akademis dalam melestarikan salah satu budaya bangsa ini.

peserta didik semakin cinta sekolahnya melaui batik
Seiring perkembangan usia, kesadaran untuk ikut andil dalam melestarikan batikpun muncul. Kesadaran itu termanifestasi ketika seseorang lulus dari sekolahnya. Peran akademisi kembali muncul dan berlanjut pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ketika kuliah misalnya seseorang yang kesadarannya telah muncul akan menggunakan batik ketika berangkat menuju kampus dengan rasa bangga. Ia tidak malu dan tidak takut terlihat jadul dihadapan teman-temannya.
Mahasiswa tak malu lagi untuk berbatik
mahasiswa eksis berbatik

Desain Batik
Rasa nyaman yang timbul dari para mahasiswa ketika menggunakan batik tentu disokong oleh desain-desain batik yang sudah tidak lagi monoton. Kreativitas mulai dari para desainer sampai para pecinta batik muncul seiring dengan keinginan untuk membatikkan Indonesia. Hal itu terlihat dari desain-desain  batik yang semakin bervariasi beredar dipasaran. Yang terbaru adalah desain batik bola dari solo.
salah satu contoh desain batik bola

Dengan desain yang semakin variatif tentu kalangan anak muda, terutama kalangan mahasiswa, semakin tertarik untuk berbatik dalam menjalani berbagai kegiatan akademiknya.

Selain desain yang semakin variatif, akses untuk mendapatkan batik pun kini semakin mudah. Kalau dulu jika ingin memiliki batik seseorang harus membeli bahan batik kemudian dijahit sendiri, atau sengaja hunting batik ke Pekalongan. Kini banyak toko batik, gerai batik, bahkan butik batik menjamur disetiap kota, gerai-gerai batik itu menawarkan batik dengan desain modern yang cocok digunakan untuk kalangan muda. Selain gerai-gerai batik yang semakin banyak, ada terobosan baru untuk mempermudah seseorang untuk mendapatkan batik, yaitu toko batik online. Melalui media online ini konsumen lebih dimanjakan lagi, mereka tidak perlu capek atau sengaja meluangkan waktu untuk pergi ke toko batik atau butik batik. Mereka cukup browsing, dan melihat-lihat desain batik yang ditawarkan. Jika cocok bisa langsung pesan. Tanpa meninggalkan rumah, batik yang dipesan pun sudah datang.

Jadi, dengan desain yang modern dan variatif serta akses mendapatkan batik yang semakin mudah, masihkah ada alasan untuk tidak berbatik?

Saturday, 5 January 2013

UAS pertama yang.....ah sudahlah


Kamis. Ujian hari pertama. Jam kedua. Ujian hari pertama aja sudah ada kejadian bodoh aja lho. Sangat aneh memang mengapa kebodohan selalu mengiringi hidupku.

Lengkapnya begini. Ujian pertama adalah mata kuliah Al-quran dan iptek. Makul ini mengintegrasikan (artine ora ngarti aku)  antara al-quran dan iptek/sains. Lagi pas akan ujian memang tidak diberitahu kisi-kisi soal dan apa saja yang kudu dibawa saat ujian. Ane berangkat aja dengan singsot (bersiul) penuh membahana.

Nyampe kampus, mayan telat inih. Tapi tetep nyante aja. dosen juga sarapan dulu kok.

Ujian terbagi dalam 2 ruang karena pesertanya cukup banyak. Ruang 1 sudah ada pengawasnya. Ruang 2 belum. Ane nglongog ruang 1, tanya temen "apa yang keluar?" Nun jauh dalam kelas salah satu kawan bilang tentu dengan bahasa tarzan,selain karena berjauhan, temen ane emang ada keturunan tarzan,hehe piss.dia memberitahukan dg mulut yang mangap-mangap persis kayak ikan lagi wiridan, bahwa yang keluar itu tafsiran semua. Ada nulis ayatnya, makanya dibutuhkan al-qur’an.

Hah al-qur’an? ane ga bawa tuh. Belum lengkap rasa syok ane. Muncul salah satu temen ane. ‘eh ente bawa qur’an ga?’’buat apaan emnag?’ ane Tanya balik. ‘ya buat uas lah, ntar ada nulis ayatnya. Jadi Cuma dikasih nomor surat dan ayat surat. Ntar kita nulis isi ayatnya dan tafsirannya.’ Jelasnya panjang lebar samadengan luas.

Oiya yah, nama makulnya ‘alquran’dan iptek, berarti kudu bawa qur’an yah..
Wokeh langsung disiasati aja. Ane langsung kontak sohib ane udin (bukan nama samaran).
‘din, hapemu ana qur’ane apa ra?’
‘ana’
‘posisi?’
‘D9’
‘ya aku mono’
(yang ga ngerti, harap jangan buka google translet, apalagi transtujuh, ga ada soalnya)
 
Sampe tempat udin ane langsung tukeran hape sama udin, tanpa ganti kartu lho. Wokeh qur’an di hape udah ada ditangan. Pengawas datang, soal dan lembar jawab dibagikan. Bener aja Di soal  ada tulisan dilarang buka buku, kecuali alqur’an dan kamus. ‘wah ane bentuknya hape, boleh gak ya kira2’

Disinilah kecerdasan tomi azami berjalan. Ane maju kemeja pengawas. Nego dong.
‘bu, saya ga bawa qur’an, bolehkan pake ini (menunjukan hape yang sudah dibuka app ini)
‘ada catetaannta ga’
‘ga tau bu, ini aja dapet minjem anak kimia’
‘kamu udah ga bawa qur’an hape minjem lagi, kasihan sekali kamu’

Dariapada dihina lagi mending ane balik lagi ke tempat duduk ane.
Oke soal pertama, benar aja suruh menafsirkan. Ane berpikir, meskipun ga tau tafsiran yang bener kayak apa, paling ga kalo kita baca terjemahan, bisa lah ngarang2 dikit tasiranya. Langsung buka hape pinjaman tak berdosa itu. Senyum pun terkembang

Namun ternyata hapenya ga ada artinya, hanya tulisan arabnya doang. Arrggg kenapa kesialan dan kebodohan selalu hinggap di badanku ini ya Tuhan…
kemudian hening.

mengarang indah adalah solusi terbaik.

Tips: mengaranglah dengan baik, usahakan paragrafnya agak panjang. niscaya itu akan menyamarkan jawaban yang lainnya. mengapa demikian? masih belum yakin sih dosen baca jawaban semua mahasiswanya. barangkali yang dilihat hanya panjang gak nya paragraf. hahaha

3 Januari 2013
IAIN Walisongo Semarang
atas nama mahasiswa yang gemar ngarang indah. Tomi Azami

Wednesday, 2 January 2013

Selamat Tahun Baru 2013


Selamat tahun baru 2013.. *lalayeye*
Maaf ya 2013, ane telat sehari ngucapinnya. Semoga kamu makin bersahabat dengan kite-kite.

Ngomongin soal tahun baru pasti nyambungnya sama resolusi. Yap resolusi. Banyak yang melakukan resolusi ditahun yang ganjil ini. ane sebenarnya ga ngerti apa itu makna resolusi. 

Oke kita bedah. Resolusi terdiri dari dua suku kata, Re dan Solusi. Re artinya kembali, dan Solusi artinya jalan keluar. Jadi resolusi mempunyai arti kembali jalan keluar. Masa iya sih resolusi artinya kayak gitu?

Kalau ane perhatikan dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, orang-orang yang ngomongin resolusi 2013 ini isinya tentang harapan. Eh dibilang harapan  ya bukan ding. Dibilang target, bisa jadi. (kok malah jadi kaya eatbulaga gini).

secara umum, resolusi artinya yang ingin dicapai. tapi kenapa menggunakan istilah resolusi, sampai saat inipun ane gak paham tuh. Well, kadang misteri seharusnya biarlah tetap jadi misteri. Kalau ane sih, harapannya 2013 ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Eh jangan juga ding, kan slogannya begini “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”. Berarti untuk menjadi baik, hitungannya jangan tahunan, lama dab. Mending harian aja.

Oke, today must better than yesterday. Jangan Tanya artinya sama ane, karena ane dapet tulisan itu dari striker dalem bis tadi.
Lebih baik itu harus semuanya. Skemanya begini. Lebih baiklah mulai dari diri sendiri-keluarga-keluarga besar- RT-RW-desa/kelurahan-kecamatan-kabupaten-propinsi-negara. Indonesia yang lebih baik, berawal dari kita (kayak slogan iklannya aqua).

Oke itu dulu.
Other topic, mulai minggu ini uas dimulai. Huaahahahahah.. kudu mempersiapkan semuanya nih.
doakan ane ya. Ntar ane doain nt jg deh.
Ucapan terakhir dari orang paling beken diantara para tukang ojek: “HAPPY NEW YEAR, HAPPY UAS”