Saturday, 3 June 2017

Tidak Keluar




“Sejarah ditulis oleh pemenang.” Ungkapan itu pertama kali gue denger dari dosen mata kuliah Sirah Nabawiyah pertengahan tahun 2012. Mata kuliah yang isinya sejarah Muhammad SAW dari sebelum lahir sampai masa khulafaur rasyidin.

Apapun yang ditulis oleh pihak yang kalah, yang tidak punya kuasa, akan dianggap angin lalu, bahkan kalau dianggap membahayakan, akan ditindak dan disebarkan cerita dengan bumbu-bumbu tambahan. Kurang lebih seperti itu yang dikatakan dosen gue saat itu.

Hampir sama kaya kejadian yang menimpa gue akhir bulan Mei. Gak ada kaitannya dengan sejarah sih, cuma gue nyambungin aja biar kesannya dramatis haha. Nggak, gini, apa yang akan gue tulis emang gak ada artinya, karena posisi gue yang saat ini “di bawah”, jadi segala lolongan gue, kafilah akan tetap berlalu.
Nilai mata kuliah seminar proposal tesis gue gak keluar

Tuh, gak ada hubungannya kan? Tapi gue harap kalian tetap duduk di situ, gue harap jangan buru-buru close tab.
Menarique nga nih?

Duduk manis aja dulu di situ. Ya kalau ada yang lagi rebahan ya dilanjut. Gak ada hikmahnya sih karena hikmahnya sudah sering dipetik di soal Bahasa Indonesia.
Tidak lucu yha~